PARIAMAN — Pertanyaan “Siapa kamu?” terdengar sederhana. Namun, bagi seorang pelajar yang sedang mencari jati diri, pertanyaan tersebut bisa menjadi awal dari perjalanan panjang untuk mengenal dirinya sendiri, memahami tujuan hidup, dan menentukan ke mana langkah akan diarahkan.
Pesan itulah yang dibawa Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., ketika menjadi narasumber dalam kegiatan RADAR (Training Dasar) As-Salam Kota Pariaman, Minggu, 3 Oktober 2026, di Aula SMA Negeri 2 Kota Pariaman.
Dalam kesempatan tersebut, Muhajir menyampaikan materi bertajuk “WHO ARE YOU? (Kenal Allah, Kenal Rasul, Kenal Arah Hidup)” di hadapan para peserta yang merupakan perwakilan siswa-siswi dari SMA dan SMK se-Kota Pariaman.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk tidak hanya mendapatkan materi pelatihan, tetapi juga diajak berhenti sejenak dari rutinitas sekolah dan memikirkan pertanyaan yang lebih mendasar: untuk apa mereka hidup dan akan menjadi seperti apa mereka di masa depan?
Bukan Sekadar Tahu Siapa Diri Kita
Muhajir membuka pembahasan dengan mengajak para peserta memahami bahwa mengenal diri tidak cukup hanya dengan mengetahui nama, sekolah, hobi, cita-cita atau kelebihan yang dimiliki. Lebih jauh, seorang anak muda perlu memahami siapa dirinya di hadapan Allah, siapa sosok yang menjadi teladan dalam kehidupannya, serta ke mana kehidupan tersebut akan diarahkan.
Di usia remaja, pertanyaan mengenai masa depan sering kali muncul bersamaan dengan berbagai pilihan. Pilihan jurusan kuliah, pekerjaan, pertemanan, lingkungan, aktivitas organisasi hingga penggunaan media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dalam situasi tersebut, seorang anak muda membutuhkan pegangan agar tidak mudah kehilangan arah.
Muhajir mengajak peserta RADAR melihat bahwa perjalanan menemukan jati diri harus dimulai dari pertanyaan yang lebih mendasar. Mengenal Allah menjadi dasar untuk memahami posisi manusia sebagai makhluk. Mengenal Rasulullah menjadi jalan untuk menemukan teladan dalam menjalani kehidupan. Sedangkan mengenal arah hidup membantu seseorang menentukan tujuan dari setiap pilihan yang diambil.
Kenal Allah, Bukan Sekadar Tahu
Pada bagian pertama materi, Muhajir mengajak peserta memahami makna mengenal Allah. Menurutnya, mengenal Allah tidak berhenti pada pengetahuan bahwa Allah adalah Tuhan. Pengenalan tersebut harus tercermin dalam cara seseorang menjalani kehidupan.
Ketika seorang anak muda memahami bahwa hidup memiliki pertanggungjawaban, maka pilihan-pilihan yang dibuat tidak semata-mata didasarkan pada apa yang sedang populer atau disukai lingkungan.
Ada nilai yang menjadi pertimbangan. Ada batas yang harus dijaga. Dan ada kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi pelajar yang saat ini hidup dalam lingkungan digital. Media sosial menawarkan begitu banyak pilihan sekaligus tekanan.
Anak muda dapat dengan mudah membandingkan kehidupannya dengan orang lain, mengikuti tren, mengejar pengakuan, bahkan menentukan nilai dirinya berdasarkan komentar dan jumlah pengikut. Karena itu, Muhajir mengingatkan pentingnya memiliki fondasi yang tidak mudah berubah hanya karena penilaian orang lain.
Kenal Rasul, Temukan Teladan
Pembahasan kemudian berlanjut pada pentingnya mengenal Rasulullah SAW. Bagi Muhajir, Rasulullah bukan hanya sosok yang dikenal melalui sejarah atau pelajaran agama. Kehidupan Rasulullah dapat menjadi sumber keteladanan bagi generasi muda dalam membangun karakter.
Kejujuran, tanggung jawab, keberanian, kepedulian terhadap sesama dan keteguhan dalam menghadapi tantangan merupakan nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan pelajar. Nilai-nilai tersebut dapat dimulai dari hal sederhana.
Jujur dalam mengerjakan tugas. Bertanggung jawab terhadap amanah organisasi. Menghargai guru. Menjaga pertemanan. Berani mengatakan yang benar. Serta memiliki kepedulian ketika melihat orang lain menghadapi kesulitan. Dengan begitu, mengenal Rasul bukan hanya menjadi pengetahuan, tetapi diterjemahkan menjadi perilaku.

Kenal Arah Hidup
Bagian terakhir yang menjadi perhatian Muhajir adalah arah hidup. Ia mengajak peserta untuk tidak sekadar bertanya, “Saya ingin menjadi apa?” tetapi juga “Untuk apa saya menjadi itu?” Pertanyaan tersebut penting agar cita-cita tidak berhenti pada jabatan, pekerjaan atau pencapaian materi.
Seorang siswa boleh bercita-cita menjadi dokter, guru, pengusaha, teknisi, profesional, birokrat maupun berbagai profesi lainnya. Namun, di balik profesi tersebut harus ada nilai dan tujuan yang ingin diwujudkan. Dengan cara pandang seperti itu, keberhasilan tidak hanya diukur dari seberapa tinggi posisi seseorang, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
Pelajar Jangan Takut Bermimpi
Di hadapan perwakilan pelajar SMA dan SMK se-Kota Pariaman, Muhajir juga mendorong peserta untuk memiliki keberanian bermimpi. Masa sekolah merupakan masa yang penting untuk mencoba berbagai hal.
Mengikuti organisasi, mengembangkan kemampuan, membaca, berdiskusi, belajar berbicara di depan umum, mengembangkan keterampilan digital dan membangun pertemanan positif merupakan bagian dari proses menemukan potensi diri. Namun, ia mengingatkan agar aktivitas tersebut tetap memiliki arah.
Jangan sampai kesibukan membuat seseorang lupa terhadap tujuan. Jangan pula pencapaian membuat seseorang kehilangan nilai yang menjadi pegangan. Karena itu, menurut Muhajir, generasi muda membutuhkan keseimbangan antara prestasi, karakter dan spiritualitas.
RADAR Jadi Ruang Menemukan Diri
Kegiatan RADAR As-Salam Kota Pariaman menjadi salah satu ruang bagi para pelajar untuk mendapatkan pengalaman di luar pembelajaran rutin di sekolah. Pertemuan para siswa dari berbagai SMA dan SMK se-Kota Pariaman juga membuka kesempatan untuk membangun jaringan pertemanan dan bertukar pengalaman.
Di tengah kegiatan tersebut, materi “WHO ARE YOU?” memberikan ruang refleksi yang cukup dekat dengan kehidupan peserta. Mereka sedang berada pada fase ketika berbagai keputusan mulai memiliki pengaruh terhadap masa depan. Karena itu, mengenal diri dan menentukan arah menjadi sesuatu yang penting.
Pada akhirnya, pertanyaan “WHO ARE YOU?” bukan pertanyaan yang harus dijawab hanya dengan menyebut nama atau sekolah. Ia adalah pertanyaan yang mengajak seseorang melihat lebih jauh ke dalam dirinya. Kenal Allah untuk mengetahui kepada siapa hidup dipertanggungjawabkan. Kenal Rasul untuk menemukan teladan dalam perjalanan. Dan kenal arah hidup agar setiap langkah memiliki tujuan.
Dari Aula SMA Negeri 2 Kota Pariaman, pesan itu dibawa pulang oleh para peserta RADAR. Bahwa masa muda bukan hanya tentang mencari tahu ingin menjadi siapa, tetapi juga tentang menemukan untuk apa kita hidup dan ke mana kehidupan akan diarahkan.





