Dari Doorprize ke Ruang Kebersamaan, Muhajir Muslim Hadir di Tengah Semarak HUT RI di Pariaman

PARIAMAN — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Pariaman tidak hanya berlangsung di pusat-pusat keramaian. Di berbagai desa, dusun hingga kelurahan, masyarakat turut menggelar beragam perlombaan dan kegiatan hiburan untuk memeriahkan momentum kemerdekaan. Di tengah semarak tersebut, Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim, Lc., turut mengambil bagian. Sepanjang Agustus 2026, Muhajir Muslim memberikan dukungan berupa doorprize untuk berbagai kegiatan peringatan HUT RI yang digelar masyarakat di sejumlah wilayah Kota Pariaman. Dukungan tersebut menyasar sedikitnya sepuluh wilayah, yakni Desa Pakasai, Desa Punggung Lading, Desa Rawang, Desa Naras 1, Desa Bato, Desa Pauh Barat, Desa Pauh Timur, Desa Ampalu, Desa Kampung Apar, Dusun Tangah Desa Kampung Gadang, Kampung Luar, Desa Manggung, serta Kelurahan Kampung Jawa II. Bagi masyarakat, doorprize mungkin terlihat sebagai sesuatu yang sederhana. Namun dalam suasana perlombaan yang penuh kegembiraan, hadiah tersebut mampu menjadi pemantik semangat sekaligus menambah kemeriahan perayaan kemerdekaan. Sorak-sorai warga, tawa anak-anak, hingga antusiasme peserta lomba menjadi pemandangan yang hadir di berbagai lokasi. Momentum 17 Agustus akhirnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang untuk mempertemukan kembali warga dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Bukan Sekadar Doorprize Bagi Muhajir Muslim, perayaan HUT RI di tingkat desa dan kelurahan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar perlombaan dan pembagian hadiah. Ia menilai kegiatan masyarakat di lingkungan masing-masing merupakan bagian dari cara warga merawat semangat kemerdekaan sekaligus memperkuat hubungan sosial. “Peringatan HUT Kemerdekaan bukan hanya tentang perlombaan atau kemeriahan sesaat. Yang paling penting adalah bagaimana momentum ini semakin memperkuat persatuan, gotong royong dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Muhajir Muslim. Menurutnya, kemerdekaan harus terus diisi dengan hal-hal positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kita ingin semangat kemerdekaan ini dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Karena itu, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di desa, dusun dan kelurahan patut kita dukung. Di sana ada kebersamaan, ada silaturahmi, ada gotong royong, dan ada kegembiraan masyarakat,” katanya. Pandangan tersebut sejalan dengan pesan Muhajir dalam momentum HUT RI sebelumnya yang menekankan pentingnya menjadikan semangat kemerdekaan sebagai fondasi untuk memperkuat pembangunan, menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkokoh kebudayaan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Hadir di Tengah Kegembiraan Warga Peringatan HUT RI di tingkat desa dan kelurahan memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kegiatan di tingkat kota. Di tengah keterbatasan anggaran dan sumber daya, masyarakat secara swadaya berusaha menghadirkan berbagai perlombaan agar anak-anak, pemuda, orang tua hingga kelompok masyarakat lainnya dapat ikut merasakan kemeriahan kemerdekaan. Di sinilah dukungan dari berbagai pihak menjadi penting. Muhajir Muslim memilih hadir melalui sesuatu yang dekat dengan masyarakat: memberikan doorprize untuk menambah semangat peserta sekaligus membantu panitia menghadirkan kegiatan yang lebih meriah. Dukungan tersebut juga memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ada ruang besar bagi tokoh masyarakat, wakil rakyat, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan dan berbagai elemen lainnya untuk ikut mengambil bagian. Menurut Muhajir, kebersamaan seperti inilah yang perlu terus dipertahankan. “Jangan sampai semangat gotong royong hanya muncul ketika ada momentum tertentu. HUT RI menjadi pengingat bagi kita bahwa bangsa ini dibangun dengan kebersamaan. Karena itu, semangat saling membantu dan saling menguatkan harus terus kita rawat dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Dari Pakasai hingga Kampung Jawa II Dukungan terhadap kegiatan HUT RI tersebut tersebar di berbagai wilayah Kota Pariaman. Mulai dari Desa Pakasai, Desa Punggung Lading, Desa Rawang, Desa Naras 1, Desa Bato, Desa Pauh Barat, Desa Pauh Timur, Desa Ampalu, Desa Kampung Apar, Dusun Tangah Desa Kampung Gadang, Kampung Luar, Desa Manggung, serta Kelurahan Kampung Jawa II. Setiap wilayah memiliki cara masing-masing dalam merayakan HUT RI. Ada yang menggelar lomba untuk anak-anak, permainan tradisional, kegiatan olahraga, hiburan masyarakat hingga berbagai kegiatan yang melibatkan keluarga. Keragaman tersebut justru menjadi kekuatan. Kemerdekaan dirayakan dengan bahasa masyarakat sendiri: sederhana, meriah dan penuh kebersamaan. Di tengah perkembangan zaman dan semakin kuatnya penggunaan media sosial, tradisi berkumpul dan bergembira bersama seperti ini tetap memiliki nilai sosial yang penting. Anak-anak bertemu dan bermain bersama. Para pemuda mengambil peran dalam kegiatan kampung. Orang tua berkumpul menyaksikan perlombaan. Warga yang selama ini sibuk dengan pekerjaan masing-masing kembali memiliki kesempatan untuk saling menyapa. Dengan demikian, perayaan HUT RI menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjadi momentum memperkuat kembali ikatan sosial masyarakat. Wakil Rakyat dan Ruang Silaturahmi Sebagai Ketua DPRD Kota Pariaman, aktivitas Muhajir Muslim di tengah masyarakat juga memperlihatkan pentingnya membangun komunikasi yang tidak berjarak dengan warga. Lembaga legislatif memiliki hubungan erat dengan masyarakat. Aspirasi publik menjadi salah satu bagian penting dalam menjalankan fungsi representasi. Karena itu, turun dan berinteraksi langsung dengan masyarakat dapat menjadi salah satu cara memahami dinamika yang berkembang di tengah warga. Kegiatan HUT RI memberikan ruang yang relatif berbeda. Tidak ada sekat formal. Masyarakat hadir dalam suasana kekeluargaan, sementara tokoh yang datang dapat berbaur dengan warga. Dalam situasi seperti inilah komunikasi sosial dapat berlangsung lebih natural. Dari perlombaan anak-anak hingga obrolan warga di pinggir lapangan, ada banyak cerita yang dapat menjadi gambaran tentang kehidupan masyarakat. Bagi Muhajir Muslim, dukungan terhadap kegiatan masyarakat sepanjang Agustus tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga silaturahmi dengan warga di berbagai wilayah Kota Pariaman. “Kita tidak ingin hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan sesuatu yang besar. Hal-hal kecil yang membuat masyarakat bahagia juga penting. Kalau ada kegiatan masyarakat yang positif dan bisa mempererat silaturahmi, tentu kita harus ikut memberikan dukungan sesuai kemampuan,” ungkapnya. Kemerdekaan yang Dirasakan Bersama Selama 81 tahun Indonesia merdeka, makna kemerdekaan terus berkembang. Jika dahulu kemerdekaan identik dengan perjuangan mempertahankan bangsa dari penjajahan, maka generasi hari ini memiliki bentuk perjuangan yang berbeda. Kemerdekaan hari ini dapat diwujudkan melalui kerja keras, kepedulian terhadap lingkungan sekitar, membangun masyarakat, mendidik generasi muda serta menjaga persatuan. Karena itu, kegiatan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan memiliki nilai yang tidak kecil. Di balik perlombaan yang tampak sederhana, terdapat semangat gotong royong. Ada panitia yang bekerja sejak jauh-jauh hari, pemuda yang mempersiapkan lokasi, ibu-ibu yang menyiapkan konsumsi serta masyarakat yang menyumbangkan tenaga dan pikiran. Doorprize yang diberikan Muhajir Muslim menjadi salah satu bagian kecil dari rangkaian besar tersebut. Namun justru dari hal-hal kecil itulah kebersamaan dapat tumbuh. Bagi peserta lomba, sebuah hadiah mungkin menjadi kenang-kenangan. Bagi anak-anak, doorprize bisa menjadi sesuatu yang membuat mereka semakin bersemangat mengikuti perlombaan.
Dari Sumber Air ke Kolam Ikan, Muhajir Muslim Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat

PARIAMAN — Sebuah sumber air mungkin terlihat sederhana. Namun, jika dikelola dengan baik, aliran air tersebut dapat menjadi sumber kehidupan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Semangat itulah yang terlihat ketika Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., meninjau langsung lokasi optimalisasi sumber air yang direncanakan untuk mendukung pengembangan kolam ikan di Masjid Raya Cubadak Mentawai, Kota Pariaman, pada Kamis, 30 Mei 2026. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap pengembangan potensi lingkungan masjid agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Muhajir melihat langsung kondisi sumber air, lingkungan sekitar, serta potensi pemanfaatannya untuk mendukung keberadaan kolam ikan yang berada di kawasan Masjid Raya Cubadak Mentawai. Dengan melihat kondisi lapangan secara langsung, berbagai kebutuhan dan tantangan teknis dapat dipetakan sejak awal. Mulai dari bagaimana sumber air dapat dialirkan secara optimal, menjaga ketersediaan air untuk kolam, hingga memastikan pemanfaatannya dapat berlangsung secara berkelanjutan. Bagi Muhajir, program seperti ini memiliki nilai strategis karena memanfaatkan potensi yang sudah tersedia di lingkungan masyarakat. Airnya sudah ada, lahannya tersedia, dan kolam ikan bisa dikembangkan. Tinggal bagaimana potensi tersebut dikelola secara baik sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Masjid Tidak Hanya Menjadi Tempat Ibadah Gagasan pemanfaatan lingkungan masjid untuk kegiatan produktif bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah peradaban Islam. Masjid pada masa lalu tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual. Masjid juga menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, bahkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semangat tersebut dapat kembali dihidupkan dalam konteks kekinian. Masjid Raya Cubadak Mentawai memiliki potensi untuk mengembangkan kegiatan produktif melalui pemanfaatan lahan dan sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Salah satunya melalui pengembangan kolam ikan. Menurut Muhajir, pengelolaan kolam ikan dapat menjadi salah satu bentuk pemberdayaan yang sederhana tetapi memiliki potensi ekonomi jika dikelola secara profesional. Hasil budidaya ikan nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Selain memberikan nilai ekonomi, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda. “Kita ingin aset dan potensi yang ada di sekitar masjid bisa memberikan manfaat. Masjid tentu fungsi utamanya adalah tempat ibadah, tetapi di sisi lain masjid juga bisa menjadi pusat pemberdayaan masyarakat,” ujar Muhajir. Menurutnya, pengembangan kolam ikan juga harus dirancang bukan sekadar untuk membuat kolam, tetapi harus memiliki konsep pengelolaan yang jelas. Mulai dari sumber air, jenis ikan yang dibudidayakan, sistem pemeliharaan, pengelolaan pakan, hingga mekanisme pemanfaatan hasil panen. Dengan demikian, program tersebut tidak berhenti sebagai proyek pembangunan, tetapi dapat menjadi kegiatan produktif yang terus berjalan. Mengoptimalkan Sumber Air Peninjauan langsung terhadap sumber air menjadi bagian penting dalam rencana pengembangan kolam ikan tersebut. Ketersediaan air merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan budidaya ikan. Karena itu, optimalisasi sumber air harus memperhatikan kondisi lingkungan dan keberlanjutannya. Air yang tersedia di lokasi perlu diarahkan sedemikian rupa agar dapat memenuhi kebutuhan kolam tanpa mengganggu fungsi lingkungan maupun kebutuhan masyarakat lainnya. Dalam kunjungannya, Muhajir melihat langsung kondisi sumber air dan area yang akan dioptimalkan. Peninjauan lapangan juga membuka ruang untuk melihat persoalan secara lebih konkret dibandingkan hanya membahasnya melalui laporan. Apa yang terlihat di lapangan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Bagi seorang pimpinan lembaga legislatif, turun langsung ke lokasi juga merupakan bentuk komunikasi dengan masyarakat. Persoalan pembangunan sering kali baru terlihat secara utuh ketika seseorang datang langsung, melihat kondisi geografis, berbicara dengan pengelola, dan memahami kebutuhan masyarakat. Dari Kolam Ikan untuk Kemandirian Lebih jauh, pengembangan kolam ikan di kawasan masjid dapat diarahkan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi umat. Kegiatan sederhana seperti budidaya ikan dapat memberikan pengalaman pengelolaan usaha kepada masyarakat. Jika dikelola secara konsisten, hasilnya dapat diputar kembali untuk pengembangan usaha maupun mendukung kegiatan sosial masjid. Konsep seperti ini sekaligus mengajarkan bahwa kegiatan ekonomi dan ibadah bukan dua hal yang harus dipisahkan. Masjid dapat menjadi tempat lahirnya berbagai inisiatif produktif selama tetap dikelola sesuai prinsip syariah, transparan, amanah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Muhajir menilai semangat tersebut penting untuk dikembangkan karena tantangan masyarakat ke depan tidak hanya berkaitan dengan persoalan keagamaan, tetapi juga ekonomi dan kesejahteraan. “Kita ingin ada kegiatan yang produktif di lingkungan masjid. Kalau dikelola dengan baik, hasilnya bisa kembali untuk masyarakat dan mendukung kegiatan masjid. Prinsipnya adalah bagaimana potensi yang ada bisa menjadi sumber kebermanfaatan,” katanya. Melibatkan Generasi Muda Program pengembangan kolam ikan juga memiliki peluang untuk melibatkan generasi muda. Pemuda dapat dilibatkan dalam proses pemeliharaan, pencatatan, pemasaran hingga pengembangan usaha. Hal ini penting agar anak-anak muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga belajar menjadi pelaku usaha. Apalagi budidaya ikan saat ini dapat dikembangkan dengan pendekatan teknologi. Pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, pencatatan pertumbuhan ikan hingga pemasaran hasil panen dapat dilakukan dengan metode yang semakin modern. Jika dikembangkan dengan serius, kawasan masjid bahkan dapat menjadi ruang edukasi sederhana bagi masyarakat. Anak-anak dapat belajar mengenal lingkungan. Pemuda dapat belajar kewirausahaan. Pengurus masjid memperoleh pengalaman mengelola kegiatan produktif. Sementara masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi. Satu sumber air akhirnya dapat melahirkan banyak manfaat. Bukan Sekadar Meninjau Peninjauan Muhajir Muslim ke lokasi optimalisasi sumber air Masjid Raya Cubadak Mentawai pada akhirnya bukan sekadar agenda melihat kondisi lapangan. Di balik kunjungan tersebut terdapat gagasan yang lebih besar: bagaimana potensi kecil di tengah masyarakat dapat dikelola menjadi sesuatu yang memberikan manfaat berkelanjutan. Sumber air yang selama ini mungkin belum dimanfaatkan secara maksimal dapat menjadi bagian dari sistem budidaya ikan. Kolam ikan yang sederhana dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi. Masjid yang selama ini identik dengan aktivitas ibadah dapat menjadi pusat pemberdayaan. Dan masyarakat yang selama ini hanya menjadi penerima manfaat dapat didorong menjadi pelaku. Konsep inilah yang menjadi penting dalam membangun masyarakat dari tingkat paling bawah. Tidak selalu harus dimulai dari program besar. Terkadang pembangunan justru berawal dari keberanian melihat potensi kecil yang ada di sekitar. Muhajir berharap optimalisasi sumber air dan pengembangan kolam ikan tersebut dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata. “Mudah-mudahan ini bisa dikembangkan secara bertahap. Yang penting kita mulai dari potensi yang ada, dikelola dengan amanah dan profesional. Kalau hasilnya nanti bisa dirasakan masyarakat, tentu itu menjadi keberkahan bagi masjid dan lingkungan sekitarnya,” harapnya. Dari sebuah sumber air di kawasan Masjid Raya Cubadak Mentawai, sebuah gagasan sederhana sedang dibangun. Bukan
Suara Mahasiswa Didengar: PMII Kota Pariaman Audiensi Langsung dengan Ketua DPRD

Pariaman – Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc menerima kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman pada Jumat, 30 Januari 2026, di Kantor DPRD Kota Pariaman. Pertemuan tersebut menjadi ajang perkenalan pengurus baru serta ruang diskusi ringan namun bermakna terkait isu kepemudaan, mahasiswa, dan perkembangan Kota Pariaman dari sudut pandang generasi muda. Rombongan PMII yang hadir berjumlah delapan orang dan dipimpin langsung oleh Ketua Cabang, Annisa Fitri, alumnus STIT Syekh Burhanuddin. Turut hadir perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Pariaman. Di antaranya IAI Sumbar, UNISBAR, dan STIA BNM. Kehadiran lintas kampus ini memperkaya sudut pandang dalam diskusi yang berlangsung hangat dan terbuka. Dalam suasana yang akrab, para mahasiswa menyampaikan pandangan mereka mengenai peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah. Isu-isu seperti partisipasi mahasiswa dalam pengawasan kebijakan publik, penguatan karakter generasi muda, serta peluang kolaborasi antara legislatif dan organisasi kemahasiswaan menjadi pokok bahasan yang mengemuka. Ketua DPRD Kota Pariaman menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi semangat intelektual serta kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh kader PMII. Ia menegaskan bahwa DPRD terbuka terhadap masukan dan gagasan dari kalangan muda. Karena mahasiswa merupakan salah satu elemen penting dalam proses pembangunan daerah. “Mahasiswa adalah mitra kritis yang dibutuhkan daerah. Kami sangat terbuka untuk berdiskusi, menerima masukan, bahkan kritik yang membangun demi kemajuan Kota Pariaman,” ujar Muhajir. Sementara itu, Annisa Fitri menyampaikan harapan agar silaturahmi ini tidak berhenti pada pertemuan awal saja. Ia berharap PMII Kota Pariaman dapat lebih sering berdialog dan berkolaborasi dengan DPRD dalam berbagai isu strategis kepemudaan dan kemasyarakatan. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut memberi warna dalam pembangunan daerah. Karena itu, ruang diskusi seperti ini sangat kami harapkan bisa terus terjalin,” ungkapnya. Audiensi ditutup dengan suasana penuh keakraban dan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi yang baik antara mahasiswa dan lembaga legislatif. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi positif antara pemuda dan pemangku kebijakan dalam membangun Kota Pariaman yang lebih maju dan partisipatif.
Sambut Ramadhan, Ketua DPRD Pariaman Isi Kajian Tarhib di Villa Mutiara Residence 2

Pariaman, 25 Januari 2026 — Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., mengisi kegiatan Kajian Tarhib Ramadhan yang diselenggarakan di mushola Perumahan Villa Mutiara Residence 2, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, pada Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri oleh warga perumahan dari berbagai kalangan usia. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara, di mana mushola dipenuhi jamaah yang ingin menambah ilmu sekaligus mempersiapkan diri secara spiritual menyambut bulan penuh berkah. Dalam tausiyahnya, Ketua DPRD Kota Pariaman menyampaikan pentingnya menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, niat yang lurus, serta kesiapan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. “Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi tentang melatih kesabaran, memperbaiki akhlak, serta memperbanyak amal kebaikan. Mari kita sambut bulan suci ini dengan persiapan iman yang kuat,” ujar Muhajir Muslim di hadapan jamaah. Ia juga menekankan pentingnya mempererat hubungan sosial antarwarga, khususnya di lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat silaturahmi, saling memaafkan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. “Lingkungan perumahan seperti ini harus menjadi tempat yang hidup dengan nilai kebersamaan. Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk mempererat ukhuwah, saling berbagi, dan peduli kepada tetangga,” tambahnya. Kajian Tarhib Ramadhan ini tidak hanya menjadi ajang menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi wadah mempererat kebersamaan warga. Suasana kekeluargaan terasa hangat, mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tumbuh di tengah masyarakat. Warga Perumahan Villa Mutiara Residence 2 menyambut baik kehadiran Ketua DPRD Kota Pariaman dan mengaku bersyukur dapat mengikuti kajian secara langsung. Mereka berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin. Melalui kegiatan ini, Ketua DPRD Kota Pariaman berharap masyarakat dapat memasuki bulan Ramadhan dengan kesiapan spiritual yang lebih baik serta menjadikan bulan suci sebagai momentum memperbaiki diri, keluarga, dan lingkungan. “Semoga Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan sehat, memperkuat iman kita, dan menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa,” tutupnya.
Pelajar Se-Kota Pariaman Ikuti RADAR 2, Ketua DPRD Sampaikan Pesan Inspiratif untuk Generasi Penerus

Pariaman, 24 Januari 2026 — Semangat pelajar Kota Pariaman terasa begitu hidup saat Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., secara resmi membuka kegiatan Training Dasar 2 (RADAR 2) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pelajar Islam (As-Salam) Kota Pariaman di SMK Negeri 1 Kota Pariaman, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa yang merupakan perwakilan dari SMA, SMK, dan MA sederajat se-Kota Pariaman. RADAR 2 menjadi wadah pembinaan lanjutan bagi pelajar untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Pariaman menyampaikan pesan yang kuat namun dekat dengan kehidupan generasi muda. Ia menekankan bahwa pelajar hari ini bukan hanya calon pemimpin masa depan, tetapi juga agen perubahan sejak sekarang. “Kalian adalah generasi penerus Kota Pariaman. Masa depan daerah ini ada di tangan kalian. Karena itu, penting bagi pelajar untuk memiliki akhlak yang baik, iman yang kuat, serta keberanian untuk berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” ujar Muhajir Muslim di hadapan peserta. Ia juga mengingatkan bahwa di era digital seperti sekarang, tantangan remaja semakin kompleks. Arus informasi yang cepat bisa menjadi peluang, tetapi juga bisa menjadi ancaman jika tidak disikapi dengan bijak. “Generasi muda hari ini hidup di zaman yang serba cepat. Gunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat, untuk belajar, berkarya, dan berdakwah dengan cara yang positif. Jangan sampai masa muda habis hanya untuk hal yang tidak memberi nilai bagi masa depan,” pesannya. Muhajir Muslim menegaskan bahwa keberhasilan generasi muda tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Kota Pariaman butuh generasi yang bukan hanya cerdas, tapi juga peduli. Mulailah dari hal kecil—aktif di organisasi, peduli dengan teman, hormat kepada guru, dan terlibat dalam kegiatan positif seperti hari ini. Dari sinilah lahir calon pemimpin yang kuat dan berintegritas,” tambahnya. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian acara yang dirancang untuk membangun jiwa kepemimpinan pelajar sekaligus mempererat ukhuwah antar sekolah. RADAR 2 As-Salam diharapkan menjadi momentum lahirnya pelajar-pelajar yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, spiritualitas, dan kepedulian sosial yang kuat. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran pelajar sebagai generasi yang siap membawa Kota Pariaman menuju masa depan yang lebih baik. Di akhir sambutannya, Ketua DPRD Kota Pariaman memberikan motivasi penutup yang disambut tepuk tangan peserta. “Jadilah generasi yang membuat orang tua bangga, guru bahagia, dan daerah bangkit. Masa depan bukan ditunggu, tapi disiapkan dari sekarang.”
Ketua DPRD Pariaman Soroti Absennya Kota Pariaman di Porprov 2026

Pariaman — Rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni–Juli 2026 menimbulkan polemik di Kota Pariaman. Keterbatasan anggaran membuat Pemerintah Kota Pariaman memutuskan untuk tidak mengikutsertakan kontingen dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Keputusan ini berdampak serius terhadap masa depan olahraga daerah. Sejumlah atlet potensial Kota Pariaman dilaporkan memilih untuk pindah daerah demi tetap dapat berkompetisi di Porprov 2026. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan berbagai pihak, termasuk pimpinan DPRD Kota Pariaman. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., menyampaikan sikap tegasnya saat memberikan sambutan penutupan Turnamen Futsal Karel pada Sabtu, 17 Januari 2026. Dalam pernyataannya, ia menilai keputusan tidak mengikuti Porprov merupakan langkah yang sangat disayangkan dan berpotensi merugikan masa depan atlet daerah. “Sangat disayangkan jika Kota Pariaman tidak mengikuti Porprov 2026. Karena ketidakmampuan pemerintah, atlet-atlet kita terpaksa pindah daerah. Saya sangat memahami apa yang dirasakan para atlet. Semangat untuk mengharumkan nama daerah tidak disambut baik oleh Pemerintah Kota Pariaman. Pemerintah seharusnya lebih kreatif, jangan sampai atlet andalan kita lari ke daerah lain,” tegas Muhajir Muslim. Lebih lanjut, Ketua DPRD menegaskan dukungannya terhadap seluruh atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor) agar tetap dapat mengikuti Porprov Sumatera Barat 2026, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran daerah. “Saya mendukung para atlet dari berbagai cabor untuk tetap ikut dalam Porprov Sumatera Barat 2026. Mereka adalah aset daerah yang harus dijaga dan diperjuangkan,” tambahnya. Ia juga berharap Pemerintah Kota Pariaman bersama KONI dapat segera mencari solusi konkret dan inovatif agar pembinaan olahraga daerah tidak terhenti serta prestasi atlet tetap terjaga. Menurutnya, olahraga bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda dan kebanggaan daerah. Pernyataan Ketua DPRD ini menjadi sinyal kuat perlunya evaluasi kebijakan dan komitmen bersama dalam memajukan olahraga di Kota Pariaman, agar para atlet tidak kehilangan ruang untuk berprestasi dan membawa nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.
Gerak Cepat Ketua DPRD Pariaman Cegah Longsor di Perumahan Villa Mutiara Residence 2, Donasikan Dua Truk Kerekel

Pariaman — Curah hujan tinggi yang terus mengguyur Kota Pariaman kembali menimbulkan dampak serius. Kali ini, bagian tepi Perumahan Villa Mutiara Residence 2, Desa Santok, Kecamatan Pariaman Timur, mengalami longsor yang mengancam keselamatan warga. Bahkan, satu unit rumah dilaporkan berada dalam kondisi darurat apabila tidak segera dilakukan penanganan. Sabtu (13/12/25) Mendapatkan informasi dari warga setempat, Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., bergerak cepat turun langsung ke lokasi kejadian. Tidak hanya meninjau, Muhajir juga mendonasi dua truk kerikil (kerekel) sebagai langkah awal penanggulangan longsor agar tidak semakin meluas. Bersama warga perumahan, Kepala Desa Santok, serta masyarakat sekitar, Ketua DPRD Kota Pariaman bahu-membahu melakukan gotong royong. Mereka menyusun karung berisi tanah dan kerikil sebagai penahan darurat di tepi perumahan untuk menahan pergerakan tanah yang terus melunak akibat hujan. Kebersamaan dan kekompakan terlihat nyata dalam kegiatan tersebut. Tidak ada sekat antara pemimpin dan masyarakat. Ketua DPRD tampak aktif ikut bekerja bersama warga, mencerminkan semangat gotong royong yang masih hidup dan kuat di tengah masyarakat. Dalam kesempatan itu, Muhajir Muslim, Lc., menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap keselamatan warga. “Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi soal keselamatan masyarakat. Kalau kita bisa bergerak cepat dan bersama-sama, insyaAllah risiko yang lebih besar bisa kita cegah. Saya hadir di sini bukan sebagai pejabat, tapi sebagai bagian dari masyarakat yang ingin saling menolong,” ujar Muhajir di sela kegiatan gotong royong. Ia juga menegaskan bahwa penanganan darurat ini perlu diikuti dengan langkah lanjutan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. “Langkah hari ini adalah penanganan awal. Ke depan, tentu perlu solusi yang lebih permanen. Saya akan mendorong agar persoalan ini mendapat perhatian serius dari pihak terkait,” tambahnya. Kegiatan gotong royong tersebut ditutup dengan makan bersama yang disediakan dan dinikmati dari, oleh, dan untuk warga. Suasana kebersamaan semakin terasa hangat, memperlihatkan kuatnya ikatan sosial antara pemimpin dan masyarakat. Sementara itu, Kepala Desa Santok, mewakili seluruh warga, khususnya warga Perumahan Mutiara Residence 2, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kehadiran serta bantuan yang diberikan Ketua DPRD Kota Pariaman. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran langsung Bapak Ketua DPRD, bantuan material, dan kesediaan beliau turun gotong royong bersama warga. Ini sangat berarti bagi kami. Semoga Allah membalas dengan kebaikan,” ungkapnya. Warga berharap kolaborasi dan kepedulian seperti ini terus terjaga, sehingga setiap persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diselesaikan secara cepat, humanis, dan penuh kebersamaan.
Tak Kenal Lelah, Ketua DPRD Kota Pariaman Kembali Turun Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir

Pariaman, 12 Desember 2025 — Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan turun langsung membantu pembersihan bangunan sekolah yang terdampak banjir. Kali ini, kegiatan gotong royong dilakukan di KB Al Hidayah, Desa Punggung Lading, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, pada Jumat (12/12/2025). Akibat banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu, bangunan KB Al Hidayah dipenuhi lumpur dan sisa material banjir, sehingga tidak memungkinkan untuk langsung digunakan dalam proses belajar mengajar. Kondisi ini tentu berdampak pada aktivitas pendidikan anak-anak usia dini yang membutuhkan ruang belajar yang bersih dan aman. Didampingi oleh sejumlah relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ketua DPRD Kota Pariaman sigap bergerak membantu membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas pendukung lainnya. Dengan peralatan seadanya, kegiatan gotong royong berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Muhajir Muslim menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan, khususnya bagi anak-anak. “Anak-anak kita tidak boleh terlalu lama kehilangan ruang belajar. KB Al Hidayah ini harus segera bisa digunakan kembali agar proses pendidikan bisa berjalan normal. Inilah alasan kami turun langsung membantu,” ujar Muhajir di sela-sela kegiatan. Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membangun karakter dan masa depan generasi penerus, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius, terlebih saat terdampak musibah. Kehadiran Ketua DPRD bersama para relawan mendapat sambutan positif dari pengelola dan masyarakat sekitar. Mereka mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian yang ditunjukkan, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui tindakan nyata di lapangan. Kegiatan gotong royong ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan fasilitas KB Al Hidayah, sehingga anak-anak dapat segera kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan nyaman dan aman. Ketua DPRD Kota Pariaman juga menyampaikan harapan agar ke depan sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat terus terjaga, terutama dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana. “Musibah seperti ini tidak bisa kita hadapi sendiri-sendiri. Dengan kebersamaan dan gotong royong, insyaAllah semua bisa kita lalui,” tutupnya.
15 Tahun Diusulkan, Jalan Masuk MAN Kota Pariaman Akhirnya Diperbaiki Lewat Pokir Ketua DPRD

Pariaman – Pokok Pikiran (Pokir) Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., kembali memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat. Kali ini, realisasi Pokir difokuskan pada perbaikan jalan masuk menuju Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Pariaman yang terletak di Desa Kampung Gadang, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Jalan masuk menuju MAN Kota Pariaman tersebut diketahui telah lama berada dalam kondisi kurang layak. Bahkan, selama kurang lebih 15 tahun, pihak desa telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut karena menjadi akses utama bagi siswa, guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat sekitar. Namun, usulan tersebut baru dapat terealisasi pada masa kepemimpinan Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc. Realisasi Pokir ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025 dan proses pengerjaannya berlangsung cepat serta efektif. Tidak membutuhkan waktu lama, perbaikan jalan tersebut telah rampung pada tanggal 9 Desember 2025, sehingga saat ini dapat dilalui dengan lebih aman dan nyaman. Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., menyampaikan bahwa perbaikan akses jalan menuju lembaga pendidikan merupakan bagian dari komitmen DPRD dalam mendukung kelancaran aktivitas belajar mengajar. Menurutnya, fasilitas pendukung seperti jalan yang layak sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik. “Alhamdulillah, setelah sekian lama diusulkan, jalan masuk MAN Kota Pariaman akhirnya bisa kita perbaiki. Ini merupakan aspirasi masyarakat yang patut kita perjuangkan bersama,” ujar Muhajir Muslim. Ia menambahkan bahwa jalan tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh civitas akademika MAN Kota Pariaman, tetapi juga menjadi akses umum yang dilalui masyarakat, sehingga perbaikannya memberikan manfaat yang lebih luas. Kepuasan Realisasi Pokir ini mendapatkan respon positif dari masyarakat dan pihak sekolah. Warga setempat mengaku bersyukur karena akses jalan yang selama ini dikeluhkan kini telah menjadi lebih layak dan aman untuk dilalui. Mereka juga mengapresiasi perhatian Ketua DPRD Kota Pariaman terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Dengan terealisasinya perbaikan jalan ini, Ketua DPRD berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat melalui Pokok Pikiran DPRD agar pembangunan di Kota Pariaman semakin merata dan berkelanjutan. “Semoga perbaikan ini membawa manfaat besar, memperlancar aktivitas pendidikan, dan menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus membangun Kota Pariaman ke arah yang lebih baik,” tutupnya.
Tak Sekadar Hadir, Ketua DPRD dan Ketua DPD PKS Kota Pariaman Gotong Royong Bersihkan SMAN 1 Batang Anai Pasca Banjir

Batang Anai, 6 Desember 2025 – Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., bersama Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Pariaman, Muhammad Yasin, S.STP—yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat—turun langsung ke lapangan membantu membersihkan SMA N 1 Batang Anai yang terdampak banjir cukup parah. Banjir yang melanda kawasan tersebut meninggalkan lumpur tebal di berbagai bangunan sekolah, mulai dari ruang kelas, lorong, hingga fasilitas penunjang lainnya. Kondisi ini mengganggu aktivitas belajar-mengajar dan membutuhkan penanganan cepat agar sekolah bisa kembali berfungsi normal. Dengan didampingi para relawan Partai Keadilan Sejahtera, kegiatan gotong royong dilakukan secara menyeluruh. Ketua DPRD Kota Pariaman tampak membaur tanpa sekat bersama para relawan. Bahkan, saat menuju lokasi kegiatan, Muhajir Muslim duduk di bak mobil pick up bersama relawan lainnya, menunjukkan kebersamaan dan semangat gotong royong tanpa perbedaan jabatan. Di lokasi, Muhajir Muslim ikut membersihkan lumpur, mengangkat peralatan, dan menyemangati relawan yang bekerja sejak pagi. “Ini bukan soal jabatan, ini soal kemanusiaan. Ketika masyarakat dan dunia pendidikan terdampak musibah, maka kita semua harus hadir dan bergerak bersama,” ujar Muhajir Muslim di sela kegiatan. Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Pariaman, Muhammad Yasin, S.STP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata kader dan relawan PKS terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran PKS bukan hanya dalam ruang rapat, tetapi juga di lapangan. Bersama Ketua DPRD Kota Pariaman, kami turun langsung agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan sekolah bisa segera kembali digunakan,” ungkap Muhammad Yasin. Ia juga mengapresiasi kekompakan para relawan yang bekerja dengan cepat dan penuh semangat, meskipun harus bergelut dengan lumpur dan sisa-sisa banjir. Kepala Sekolah SMA N 1 Batang Anai, Ibu Zubaidah, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh relawan Partai Keadilan Sejahtera yang telah membantu. Terutama kepada Bapak Ketua DPRD Kota Pariaman dan Bapak Ketua DPD PKS Kota Pariaman yang turun langsung ke sekolah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Zubaidah. Kegiatan gotong royong berlangsung dengan tertib, cepat, dan penuh kebersamaan. Berkat kerja sama semua pihak, sebagian besar area sekolah berhasil dibersihkan dalam waktu singkat. Melalui aksi ini, Ketua DPRD Kota Pariaman berharap semangat gotong royong terus hidup di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi bencana dan kondisi darurat. “Musibah tidak bisa kita hindari, tetapi kepedulian dan kebersamaan adalah kekuatan kita untuk bangkit,” tutup Muhajir Muslim.