Pariaman — Rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni–Juli 2026 menimbulkan polemik di Kota Pariaman. Keterbatasan anggaran membuat Pemerintah Kota Pariaman memutuskan untuk tidak mengikutsertakan kontingen dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Keputusan ini berdampak serius terhadap masa depan olahraga daerah. Sejumlah atlet potensial Kota Pariaman dilaporkan memilih untuk pindah daerah demi tetap dapat berkompetisi di Porprov 2026. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan berbagai pihak, termasuk pimpinan DPRD Kota Pariaman.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., menyampaikan sikap tegasnya saat memberikan sambutan penutupan Turnamen Futsal Karel pada Sabtu, 17 Januari 2026. Dalam pernyataannya, ia menilai keputusan tidak mengikuti Porprov merupakan langkah yang sangat disayangkan dan berpotensi merugikan masa depan atlet daerah.
“Sangat disayangkan jika Kota Pariaman tidak mengikuti Porprov 2026. Karena ketidakmampuan pemerintah, atlet-atlet kita terpaksa pindah daerah. Saya sangat memahami apa yang dirasakan para atlet. Semangat untuk mengharumkan nama daerah tidak disambut baik oleh Pemerintah Kota Pariaman. Pemerintah seharusnya lebih kreatif, jangan sampai atlet andalan kita lari ke daerah lain,” tegas Muhajir Muslim.
Lebih lanjut, Ketua DPRD menegaskan dukungannya terhadap seluruh atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor) agar tetap dapat mengikuti Porprov Sumatera Barat 2026, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran daerah.
“Saya mendukung para atlet dari berbagai cabor untuk tetap ikut dalam Porprov Sumatera Barat 2026. Mereka adalah aset daerah yang harus dijaga dan diperjuangkan,” tambahnya.
Ia juga berharap Pemerintah Kota Pariaman bersama KONI dapat segera mencari solusi konkret dan inovatif agar pembinaan olahraga daerah tidak terhenti serta prestasi atlet tetap terjaga. Menurutnya, olahraga bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda dan kebanggaan daerah.
Pernyataan Ketua DPRD ini menjadi sinyal kuat perlunya evaluasi kebijakan dan komitmen bersama dalam memajukan olahraga di Kota Pariaman, agar para atlet tidak kehilangan ruang untuk berprestasi dan membawa nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.





