Muhajir Muslim Hadiri Penutupan Porprov Sumbar 2026, Semangat Atlet Jadi Sorotan

PADANG PARIAMAN — Setelah hampir dua pekan menjadi panggung perjuangan atlet dari berbagai daerah, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 resmi berakhir pada Rabu (14/10/2026). Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., turut menghadiri seremoni penutupan yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Barat, Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Penutupan tersebut bukan sekadar penanda berakhirnya pertandingan. Ada kerja keras atlet, pengorbanan pelatih, dukungan keluarga, dan kebanggaan daerah yang menyertai setiap medali maupun perjuangan yang belum berbuah kemenangan. Bagi Kota Pariaman, kehadiran Muhajir dalam momentum tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan olahraga daerah. Sebab, di balik kompetisi dan perolehan medali, terdapat pekerjaan yang jauh lebih panjang: memastikan para atlet terus mendapat ruang untuk berkembang dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. Setelah Delapan Tahun, Pesta Olahraga Kembali Bergulir Porprov XVI Sumbar 2026 memiliki arti tersendiri bagi dunia olahraga Ranah Minang. Ajang yang berlangsung pada 2–14 Oktober itu kembali digelar setelah sempat terhenti selama sekitar delapan tahun. Penyelenggaraannya menggunakan konsep tuan rumah bersama dengan melibatkan 12 kabupaten dan kota. Skema ini memungkinkan pertandingan berlangsung di sejumlah daerah sesuai cabang olahraga yang dipertandingkan. Kota Pariaman menjadi salah satu lokasi pertandingan, termasuk untuk cabang olahraga sepatu roda, teqball, dan soft tenis. ANTARA Sumbar. Kembalinya Porprov menjadi kesempatan bagi atlet untuk menguji kemampuan, mengukur hasil latihan, sekaligus merasakan atmosfer kompetisi di tingkat provinsi. Bagi pelatih dan pengurus olahraga, ajang ini juga menjadi ruang evaluasi untuk melihat potensi yang perlu dikembangkan setelah pertandingan usai. Seremoni penutupan turut dimeriahkan dengan pertandingan final sepak bola, penampilan Polisi Cilik, serta kegiatan pendukung lainnya. Ribuan mata yang tertuju pada arena menjadi gambaran bahwa olahraga memiliki daya tarik untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dalam satu semangat. Kota Pariaman Punya Catatan Prestasi Partisipasi Kota Pariaman dalam Porprov kali ini juga diwarnai capaian membanggakan. Pemerintah Kota Pariaman sebelumnya menyampaikan bahwa kontingen daerah tersebut membawa 260 atlet yang bertanding pada 35 cabang olahraga. Pemerintah Kota Pariaman. Salah satu hasil yang menonjol datang dari cabang olahraga sepatu roda. Kota Pariaman berhasil menjadi juara umum dengan mengumpulkan 27 medali, terdiri atas 14 emas, delapan perak, dan lima perunggu. Capaian itu menjadi salah satu catatan positif dari penyelenggaraan Porprov di Kota Pariaman. Pemerintah Kota Pariaman. Prestasi tersebut tentu tidak hadir dalam satu malam. Di baliknya ada latihan berulang, kedisiplinan, kesiapan mental, serta dukungan orang-orang yang mendampingi atlet selama proses pembinaan. Namun, ukuran keberhasilan olahraga tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah medali. Atlet yang telah berjuang dengan sportif, memperoleh pengalaman bertanding, dan mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki juga membawa bekal penting untuk kompetisi berikutnya. Karena itu, berakhirnya Porprov seharusnya tidak membuat perhatian terhadap atlet ikut meredup. Justru setelah kompetisi, pembinaan perlu dilanjutkan dengan evaluasi yang terukur, latihan yang konsisten, serta dukungan yang sesuai dengan kebutuhan setiap cabang olahraga. Menjaga Semangat Setelah Api Porprov Padam Dalam penutupan Porprov XVI, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menekankan pentingnya sportivitas, kekompakan, dan persaudaraan. Kompetisi, menurut pesan yang disampaikannya, semestinya mempererat hubungan antardaerah, bukan menjadi alasan untuk saling memisahkan. Ia juga berharap pengalaman penyelenggaraan 2026 menjadi bahan evaluasi agar Porprov berikutnya pada 2028 dapat berlangsung lebih baik. AMCNews. Pesan tersebut relevan bagi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga yang memiliki fungsi dalam penganggaran serta pengawasan pembangunan. Pembinaan olahraga membutuhkan kesinambungan, mulai dari pencarian bibit atlet, penyediaan fasilitas latihan, peningkatan kapasitas pelatih, hingga kesempatan mengikuti kompetisi secara rutin. Kehadiran Muhajir Muslim pada penutupan Porprov menjadi bagian dari momentum kebersamaan para pemangku kepentingan dalam mendukung olahraga daerah. Ke depan, tantangannya bukan hanya melahirkan prestasi pada satu ajang, melainkan menjaga agar potensi atlet Kota Pariaman terus tumbuh dan memiliki jalur pembinaan yang jelas. Pada akhirnya, peluit terakhir Porprov XVI memang telah berbunyi. Namun, perjalanan atlet belum selesai. Bagi mereka yang membawa pulang medali, kemenangan menjadi penyemangat untuk melangkah lebih jauh. Bagi yang belum berhasil, pengalaman bertanding dapat menjadi bekal untuk kembali berlatih. Semangat olahraga akan benar-benar terasa manfaatnya ketika pertandingan berakhir, tetapi perhatian terhadap atlet tetap berlanjut. Dari sanalah prestasi daerah dibangun—bukan hanya melalui kemenangan sesaat, melainkan melalui pembinaan yang konsisten, sportivitas, dan kerja sama semua pihak.

#pkspelayanrakyat

Partai Keadilan Sejahtera berkomitmen penuh untuk menjadi pelayan Rakyat Indonesia

seorang da’i lulusan Universitas Al Azhar Mesir yang kini berkhidmat sebagai Ketua DPRD Kota Pariaman #ustadketua

muhajirmuslim.id@gmail.com

0812678910

© 2023 Created with love by brandingbisnis.com