Muhajir Muslim Buka Ruang Kolaborasi dengan PDNA Pariaman, Dorong Pemuda Aktif Bangun Daerah

PARIAMAN — Ruang kolaborasi antara lembaga legislatif dan organisasi kepemudaan dinilai penting untuk memperkuat pembangunan Kota Pariaman. Semangat tersebut mengemuka ketika Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, Lc., menerima silaturahmi dan kunjungan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Pariaman, pada Rabu, 23 September 2026. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi ruang bertukar gagasan mengenai peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Muhajir menyambut baik kehadiran jajaran PDNA Kota Pariaman. Ia menilai organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat dan memiliki kemampuan untuk menggerakkan anak-anak muda melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, maupun pemberdayaan. Bagi Muhajir, pemerintah dan lembaga legislatif tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat. Dibutuhkan keterlibatan berbagai elemen, termasuk organisasi kepemudaan. “Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan organisasi-organisasi kepemudaan. Pemerintah dan DPRD tidak bisa berjalan sendiri. Banyak potensi yang dimiliki organisasi pemuda yang bisa kita sinergikan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Muhajir. Pemuda Bukan Sekadar Pelengkap Menurut Muhajir, generasi muda tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penerima program pembangunan. Pemuda harus menjadi bagian dari proses tersebut. Organisasi seperti PDNA, menurutnya, memiliki pengalaman dan jaringan yang dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Kehadiran organisasi kepemudaan juga menjadi penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat. Generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda. Perkembangan teknologi digital, perubahan pola komunikasi, persoalan pendidikan, lapangan pekerjaan, ekonomi kreatif hingga tantangan sosial membutuhkan respons yang lebih adaptif. Dalam kondisi tersebut, organisasi kepemudaan dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar sekaligus mengambil peran. Muhajir menilai, semakin banyak organisasi yang membangun kolaborasi, semakin besar pula peluang lahirnya program yang berdampak. Karena itu, silaturahmi dengan PDNA tidak hanya dilihat sebagai agenda kunjungan organisasi, tetapi juga sebagai kesempatan membuka pintu komunikasi untuk kerja sama ke depan. Membuka Ruang untuk Gagasan Anak Muda Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pentingnya memberikan ruang kepada organisasi kepemudaan untuk menyampaikan gagasan. Menurut Muhajir, terkadang masyarakat memiliki ide dan solusi terhadap persoalan di lingkungannya, tetapi membutuhkan ruang untuk menyampaikan dan mengembangkan gagasan tersebut. Lembaga legislatif, kata dia, dapat menjadi salah satu ruang komunikasi bagi masyarakat dan organisasi kepemudaan. “Yang paling penting adalah komunikasi. Kalau ada gagasan yang baik, mari kita bicarakan. Tidak semua harus langsung menjadi program besar. Kita bisa mulai dari hal-hal yang sederhana, kemudian dikembangkan bersama,” katanya. Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi tidak harus selalu dimulai dari program dengan anggaran besar. Kerja sama dapat diawali dari pertukaran gagasan, kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kampanye kepemudaan hingga kegiatan yang mendorong peningkatan kapasitas generasi muda. PDNA dan Potensi Perempuan Muda Kehadiran PDNA Kota Pariaman juga memiliki arti tersendiri karena organisasi tersebut menjadi salah satu wadah pengembangan perempuan muda. Perempuan muda memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat. Tidak hanya dalam ruang keluarga, tetapi juga dalam pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, kepemimpinan dan berbagai sektor kehidupan lainnya. Karena itu, organisasi perempuan muda seperti PDNA memiliki potensi besar untuk menjadi mitra dalam berbagai program pemberdayaan. Keterlibatan perempuan muda dalam pembangunan juga menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan berlangsung secara inklusif. Gagasan, pengalaman dan perspektif perempuan perlu mendapatkan ruang dalam proses pembangunan daerah. Muhajir menyambut baik potensi tersebut dan membuka peluang bagi PDNA Kota Pariaman untuk membangun komunikasi lebih lanjut dengan DPRD. Dari Silaturahmi Menuju Kolaborasi Silaturahmi antara Ketua DPRD Kota Pariaman dengan PDNA Kota Pariaman pada akhirnya tidak berhenti pada pertemuan formal. Ada peluang yang lebih besar untuk membangun kerja sama yang konkret. Mulai dari program peningkatan kapasitas pemuda, pendidikan, kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan muda, literasi digital, penguatan ekonomi kreatif hingga kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Bagi Muhajir, setiap organisasi memiliki kekuatan masing-masing. Karena itu, pendekatan yang dibutuhkan bukanlah menyeragamkan gerakan, melainkan mempertemukan berbagai kekuatan tersebut dalam agenda yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Setiap organisasi tentu memiliki karakter, pengalaman dan jaringan masing-masing. Justru itu yang menjadi kekuatan. Kita tidak perlu berjalan sendiri-sendiri. Kalau ada ruang yang bisa kita kerjakan bersama, tentu sangat terbuka untuk kita kolaborasikan,” ungkapnya. Semangat tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks. Pemerintah memiliki keterbatasan. DPRD memiliki fungsi dan kewenangan yang berbeda. Sementara organisasi masyarakat dan kepemudaan memiliki jaringan sosial yang kuat. Jika kekuatan tersebut dipertemukan, berbagai persoalan di tingkat masyarakat dapat ditangani dengan pendekatan yang lebih partisipatif. Membangun Pariaman dari Banyak Arah Bagi Kota Pariaman, keberadaan organisasi kepemudaan merupakan aset sosial yang tidak boleh diabaikan. Pemuda adalah kelompok yang memiliki energi, kreativitas dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Namun energi tersebut membutuhkan ruang agar dapat diarahkan menjadi kegiatan produktif. Karena itu, hubungan yang terbuka antara DPRD dengan organisasi kepemudaan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem kepemudaan di daerah. Pertemuan dengan PDNA Kota Pariaman menjadi salah satu contoh bagaimana ruang tersebut dapat dibangun. Tidak harus selalu melalui forum resmi atau rapat pemerintahan. Terkadang, pembangunan kolaborasi justru bermula dari sebuah kunjungan, secangkir kopi, percakapan sederhana dan kesediaan untuk saling mendengar. Muhajir berharap komunikasi dengan PDNA dan organisasi kepemudaan lainnya dapat terus terjalin. Menurutnya, semakin banyak anak muda yang terlibat dalam kegiatan positif, semakin kuat pula modal sosial Kota Pariaman. “Kita berharap organisasi kepemudaan terus bergerak, terus melahirkan gagasan dan memberikan manfaat. DPRD tentu siap menjadi bagian dari ruang komunikasi dan kolaborasi tersebut sesuai dengan fungsi dan kewenangan yang dimiliki,” tuturnya. Silaturahmi PDNA Kota Pariaman dengan Ketua DPRD pun menjadi lebih dari sekadar kunjungan organisasi. Ia menjadi penanda bahwa pembangunan daerah membutuhkan banyak tangan dan banyak gagasan. DPRD memiliki ruangnya. Pemerintah memiliki perannya. Organisasi kepemudaan memiliki energinya. Masyarakat memiliki kekuatannya. Ketika semuanya dipertemukan dalam semangat kolaborasi, pembangunan Kota Pariaman tidak lagi berjalan dari satu arah. Ia tumbuh dari banyak arah—dengan pemuda sebagai salah satu kekuatan pentingnya.